- Universitas Carnegie Mellon dan Universitas Pittsburgh telah berhenti mempertimbangkan status warisan dalam keputusan penerimaan.
- Status warisan menunjukkan apakah pelamar memiliki hubungan dengan alumni universitas.
- Perubahan kebijakan ini tercermin dalam laporan Common Data Set terbaru dari universitas-universitas tersebut.
- Memberikan perlakuan khusus kepada anak alumni telah lama menjadi tradisi di universitas bergengsi, tetapi praktik ini dikritik karena menguntungkan pelamar kaya dan melanggengkan diskriminasi rasial yang sistematis.
- Perubahan kebijakan ini terjadi setelah putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa universitas tidak lagi boleh mempertimbangkan ras pelamar mahasiswa.
- Carnegie Mellon tidak menjawab secara langsung pertanyaan tentang mengapa dan kapan sikapnya terhadap status warisan berubah.
- Mantan pejabat penerimaan Carnegie Mellon percaya bahwa, seiring meningkatnya jumlah dan kualitas pelamar, kebutuhan untuk memberi keistimewaan pada status warisan telah berkurang.
- Preferensi status warisan juga dipertimbangkan di banyak universitas lain, termasuk Cornell, Duke, Princeton, dan Stanford.
- Isu preferensi status warisan memicu perdebatan tentang keadilan dan keberagaman dalam penerimaan mahasiswa.
- Sebagian pihak berpendapat bahwa preferensi status warisan mendorong loyalitas alumni dan donasi, sementara yang lain menilai hal ini melanggengkan hak istimewa dan merugikan mahasiswa dari latar belakang yang terpinggirkan.
- Perubahan kebijakan Carnegie Mellon membedakannya dari sebagian besar institusi sejenis.
- Pennsylvania State University masih mempertimbangkan hubungan alumni dalam keputusan penerimaan, tetapi saat ini sedang meninjau proses penerimaan dan penempatan kampus dengan mempertimbangkan putusan Mahkamah Agung terkait ras dalam keputusan penerimaan.
- Perubahan kebijakan di Universitas Pittsburgh merupakan hasil dari peninjauan praktik penerimaan setelah kasus Varsity Blues.
- Asosiasi alumni Carnegie Mellon mendefinisikan status warisan sebagai mahasiswa yang memiliki anggota keluarga yang lulus dari universitas tersebut.
- Perubahan kebijakan ini menimbulkan kebingungan antara mereka yang menganggapnya adil dan mereka yang melihatnya tidak adil bagi pelamar lain.
- Keputusan universitas-universitas ini mencerminkan lanskap penerimaan mahasiswa yang terus berubah serta perhatian yang semakin besar terhadap keadilan dan keberagaman.
1 komentar
Komentar Hacker News