- Kadar abnormal protein tertentu pada usia paruh baya dapat menjadi tanda awal demensia.
- Penelitian ini melacak ribuan orang selama 25 tahun untuk mengidentifikasi protein-protein tersebut.
- Temuan studi ini dapat membantu mengembangkan tes diagnostik baru dan terapi untuk demensia.
- Protein yang terkait juga memiliki fungsi di luar otak.
- Studi tersebut menemukan 32 protein yang sangat berkaitan dengan peningkatan risiko demensia.
- Beberapa protein ditemukan baik di jaringan otak maupun dalam sampel darah.
- Protein yang terhubung dengan sistem protein yang menjaga keseimbangan kadar protein juga telah diidentifikasi.
- Protein lain terkait dengan sistem kekebalan, yang mengisyaratkan keterkaitannya dengan demensia.
- Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana protein-protein ini berkontribusi terhadap demensia.
- Tujuannya adalah menggunakan protein-protein ini sebagai penanda untuk terapi yang dipersonalisasi di masa depan.
1 komentar
Opini Hacker News