Artikel ini membahas gagasan bahwa penolakan terhadap kerja jarak jauh didorong oleh keinginan untuk menopang nilai properti komersial, tetapi banyak komentator tidak setuju dengan teori ini.
Sejumlah komentator berpendapat bahwa sebagian besar perusahaan menyewa kantor, sehingga mereka tidak memiliki kepentingan langsung terhadap harga properti.
Sebagian mengusulkan bahwa dorongan untuk kembali ke kantor dipicu oleh keyakinan bahwa hal itu meningkatkan produktivitas, meskipun bukti yang meyakinkan masih kurang.
Beberapa komentator membagikan pengalaman pribadi dipanggil kembali ke kantor, dan salah satunya menunjukkan bahwa para manajer memantau karyawan dengan ketat.
Sebagian percaya bahwa keinginan untuk kembali ke kantor didasarkan pada perasaan bahwa hal itu akan memperbaiki budaya perusahaan atau kinerja.
Beberapa komentator mengkritik artikel tersebut karena kurang memiliki argumen yang kuat dan karena mempromosikan teori konspirasi bahwa para "elit" mengendalikan gerakan kembali ke kantor.
Seorang komentator mengusulkan bahwa kemungkinan runtuhnya kawasan pusat kota jika kerja jarak jauh terus berlanjut adalah kekhawatiran yang nyata.
Komentator lain mengangkat pertanyaan apakah ada risiko krisis keuangan mirip 2007/8 jika pinjaman properti komersial memburuk akibat kurangnya permintaan ruang kantor.
Beberapa komentator berpendapat bahwa keputusan untuk mewajibkan kembali ke kantor lebih mungkin merupakan tindakan perusahaan demi kepentingan terbaik mereka sendiri daripada upaya terkoordinasi dari para "elit".
1 komentar
Pendapat Hacker News