1 poin oleh GN⁺ 2023-09-26 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • 'Rhythm 0' adalah karya seni pertunjukan berdurasi 6 jam yang dilakukan oleh seniman Serbia Marina Abramović di Napoli pada tahun 1974.
  • Pertunjukan ini melibatkan Abramović yang tetap diam sementara penonton diizinkan menggunakan salah satu dari 72 benda yang ia letakkan di atas meja untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan terhadap dirinya.
  • Benda-benda tersebut bervariasi dari item yang tidak berbahaya seperti mawar, bulu, parfum, madu, roti, anggur, dan wine, hingga benda yang berpotensi membahayakan seperti gunting, pisau bedah, paku, batang logam, pistol, dan peluru.
  • Seniman dan penonton berbagi ruang yang sama, yang menegaskan bahwa penonton adalah bagian dari pertunjukan.
  • Tujuan karya ini adalah mengeksplorasi batas perilaku publik dalam situasi seperti ini.
  • Abramović menyatakan bahwa ia sepenuhnya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi selama pertunjukan.
  • Pertunjukan dimulai dengan lembut, tetapi meningkat hingga pakaiannya dipotong, kulitnya disentuh dengan silet, dan pistol diarahkan ke kepalanya.
  • Abramović kemudian mengatakan bahwa ia merasa dirinya dilanggar, dan menyadari bahwa jika penonton dibiarkan bertindak sesuka hati, mereka dapat mencelakai atau bahkan membunuh sang performer.
  • Tepat setelah 6 jam, ketika pertunjukan berakhir dan Abramović mulai bergerak, para penonton pergi karena merasa sulit menghadapi dirinya.
  • 'Rhythm 0' menempati peringkat ke-9 dalam daftar Complex dan dianggap sebagai salah satu karya seni pertunjukan terbesar.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-09-26
Opini Hacker News
  • Penulis komentar pertama kali mengetahui karya seni "Rhythm 0" saat mengikuti kelas seni di universitas, dan merasa tertarik dengan diskusi mengenainya.
  • Penulis komentar berpikir bahwa hasil pertunjukan itu kemungkinan sangat bergantung pada penonton tertentu yang hadir di lokasi.
  • Marina Abramović, seniman di balik "Rhythm 0", menjadi perempuan pertama yang mengadakan pameran tunggal di Royal Academy of Arts di London.
  • Pameran ini menerima ulasan yang beragam, dan memiliki pintu masuk yang mengharuskan pengunjung melewati celah sempit di antara seorang pria dan seorang wanita.
  • Karya seni Abramović mungkin tidak cocok untuk semua orang dan dapat memunculkan reaksi yang kuat, tetapi penulis komentar menganggapnya berhasil karena mendorong pemikiran dan diskusi.
  • Penulis komentar penasaran apakah pertunjukan itu pernah diulang dengan hasil yang lebih lembut namun tidak diberitakan.
  • Penulis komentar menyarankan bahwa sifat seni Abramović yang provokatif justru membuatnya layak diperhatikan.
  • Penulis komentar mempertanyakan implikasi hukum jika salah satu penonton menembak mati Abramović selama pertunjukan.
  • Penulis komentar menunjukkan bahwa "Rhythm 0" mirip dengan "Cut Piece" karya Yoko Ono dari tahun 1964 yang tidak seekstrem itu.
  • Tautan ke video Marina Abramović yang membicarakan pertunjukan "Rhythm 0" disediakan.