1 poin oleh GN⁺ 2024-01-30 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

DPR Florida Setujui RUU Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

  • DPR Negara Bagian Florida menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang dianggap sebagai salah satu regulasi media sosial paling ketat di Amerika Serikat.
  • House Bill 1 melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan sebagian besar platform media sosial, terlepas dari ada atau tidaknya persetujuan orang tua.
  • RUU tersebut menargetkan semua situs yang melacak aktivitas pengguna, memungkinkan anak mengunggah konten, dan menggunakan fitur adiktif untuk mendorong penggunaan kompulsif.

Dukungan dan penolakan terhadap RUU

  • RUU ini lolos dengan suara 106 berbanding 13, dengan banyak anggota legislatif Demokrat ikut mendukung bersama mayoritas Partai Republik.
  • Anggota DPR negara bagian dari Partai Republik, Fiona McFarland, mempromosikan RUU ini dengan menyamakan media sosial sebagai "fentanil digital" bagi anak-anak.
  • RUU ini memungkinkan penghentian akun media sosial milik anak di bawah 16 tahun dan penghapusan informasi dari akun yang sudah ada.
  • Situs media sosial diwajibkan menggunakan "metode verifikasi usia yang wajar" untuk memeriksa usia pengguna.

Reaksi perusahaan media sosial dan terhadap RUU

  • Pihak yang menentang RUU ini berpendapat bahwa aturan tersebut melanggar Amandemen Pertama dan hak orang tua.
  • Meta, induk Facebook dan Instagram, berpendapat bahwa regulasi media sosial seharusnya dikelola di tingkat federal, dan persetujuan orang tua sudah cukup untuk penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur.

Meningkatnya perhatian terhadap media sosial dan kesehatan remaja

  • Perusahaan media sosial, orang tua, legislator, dan penyedia layanan kesehatan sedang mencari pendekatan terhadap anak-anak dan media sosial.
  • Meta mengumumkan langkah-langkah keamanan baru untuk remaja, termasuk pembatasan pesan pribadi dari orang asing dan fitur kontrol orang tua yang baru.
  • Wali Kota New York City Eric Adams menggolongkan media sosial sebagai "risiko kesehatan publik" dan "racun lingkungan", serta menegaskan perlunya melindungi remaja dari "bahaya" di dunia online.

Rekomendasi kesehatan terkait penggunaan media sosial

  • American Psychological Association merilis panduan pertamanya untuk membantu remaja menggunakan media sosial secara aman.
  • Surgeon General Amerika Serikat merilis imbauan yang memperingatkan tentang persoalan kesehatan publik yang mendesak terkait penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja.
  • Imbauan tersebut mendesak perusahaan media sosial untuk memprioritaskan keamanan dan privasi dalam desain produk serta menerapkan persyaratan usia minimum.

Opini GN⁺

  • RUU ini muncul di tengah meningkatnya perhatian sosial terhadap pengaruh media sosial dan kesehatan mental remaja, dan dapat memainkan peran penting dalam mencari keseimbangan antara teknologi dan hak individu.
  • Jika RUU ini disahkan, perdebatan mengenai hak orang tua dalam penggunaan media sosial dan akses online remaja diperkirakan akan semakin menguat.
  • Penelitian dan regulasi mengenai sifat adiktif media sosial serta dampaknya pada remaja perlu terus berkembang seiring kemajuan teknologi, dan RUU ini dapat menjadi pemicu bagi diskusi tersebut.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-01-30
Komentar Hacker News
  • Seorang pengguna mendukung regulasi media sosial di tingkat federal dan berpendapat bahwa tidak realistis mengharapkan para orang tua menyepakati strategi untuk melindungi anak-anak dari media sosial. Menurutnya, hukum perlu campur tangan agar perusahaan media sosial berpihak pada orang tua.
  • Pengguna lain menyebut bahwa pandangannya bisa berbeda tergantung pada definisi media sosial. Ia mempertanyakan apakah papan buletin, ruang obrolan, dan situs komunitas lokal pada akhir 1990-an termasuk media sosial, serta menyatakan kekhawatiran tentang dampak berbahaya dari layanan seperti Netflix, YouTube, dan podcast.
  • Seorang pengguna mengatakan ia tidak memercayai pemerintah, dan berpendapat bahwa pemberian denda kepada orang tua di negara bagian Florida seharusnya tetap menjadi masalah lokal di sana.
  • Seorang pengguna membagikan pengalamannya bahwa saat masih kecil, ketika situs web menanyakan apakah usianya di atas 13 tahun, ia selalu mengklik 'ya'. Hal ini menunjukkan kecurigaannya bahwa pemerintah berencana menuntut perusahaan media sosial secara selektif.
  • Seorang pengguna berpendapat bahwa akar masalahnya adalah konten yang dipilih algoritme harus diperlakukan sebagai penerbit, bukan sebagai platform.
  • Pengguna lain curiga bahwa RUU ini bukan untuk melindungi anak-anak, melainkan untuk mencuci otak mereka dan membatasi akses ke pandangan yang berseberangan. Namun, ia menganggap usia 16 tahun terlalu terlambat, dan menilai rentang 10 hingga 13 tahun lebih tepat.
  • Seorang pengguna mengenang pengalaman 25 tahun lalu saat pertama kali membuat akun email di kamp komputer, ia harus berbohong tentang usianya.
  • Seorang pengguna mempertanyakan bagaimana partai yang mengusung pemerintahan kecil dan hak orang tua untuk mengambil keputusan dapat membenarkan RUU ini.
  • Seorang orang tua melaporkan bahwa ia bisa menjauhkan anak-anaknya dari media sosial dengan tidak memberi mereka ponsel, mengontrol internet di rumah, dan mengawasi mereka dengan cermat.
  • Seorang warga Florida yang bekerja di bidang TI penasaran bagaimana RUU ini akan diberlakukan, dan mempertanyakan metode implementasi seperti apakah usia akan ditanyakan saat mendaftar jejaring sosial, apakah persetujuan orang tua yang lebih ketat akan diminta melalui Apple/Google, atau apakah surat izin mengemudi akan diverifikasi.