Dalam kasus pertama semacam ini, hakim NLRB menyatakan klausul non-kompetisi sebagai praktik perburuhan tidak adil
Klausul non-solicitation terhadap rekan kerja juga untuk pertama kalinya dinyatakan ilegal
-
Ringkasan kasus
- Hakim hukum administrasi (ALJ) Sarah Karpinen menjatuhkan putusan dalam perkara J.O.Mory, Inc..
- Kasus ini terutama berkaitan dengan seorang pengorganisir serikat yang dipekerjakan untuk mengorganisasi rekan kerja lalu dipecat.
- Aktivitas pengorganisasian serikat adalah aktivitas yang dilindungi, dan memecat seseorang karena itu merupakan praktik perburuhan tidak adil.
- Hakim memerintahkan pemberi kerja untuk mempekerjakan kembali pengorganisir serikat yang dipecat dan membayar upahnya.
-
Klausul non-kompetisi
- Klausul non-kompetisi melarang karyawan, selama 12 bulan setelah keluar, bekerja dalam usaha yang bersaing dengan pemberi kerja.
- ALJ menilai klausul ini terlalu luas dan dapat menghalangi karyawan untuk terlibat dalam aktivitas yang dilindungi.
- Jika karyawan dipecat, mereka akan kesulitan mencari pekerjaan serupa di wilayah tersebut, sehingga menjadi takut untuk ikut serta dalam aktivitas yang dilindungi.
-
Klausul non-solicitation terhadap rekan kerja
- Klausul non-solicitation terhadap rekan kerja melarang karyawan, selama 24 bulan setelah keluar, mengajak karyawan lain untuk meninggalkan perusahaan.
- ALJ menilai klausul ini dapat menghalangi karyawan memberi tahu rekan kerja tentang upah dan tunjangan serikat.
- Selain itu, klausul ini dapat menekan upaya karyawan untuk mengajak rekan kerja bertindak secara kolektif demi memperbaiki kondisi kerja.
Opini GN⁺
- Perlindungan aktivitas serikat: Putusan ini merupakan contoh penting dalam melindungi aktivitas serikat, sehingga karyawan tidak perlu takut untuk berpartisipasi.
- Masalah pada klausul non-kompetisi: Jika terlalu luas, klausul non-kompetisi dapat membatasi kebebasan karyawan dalam memilih pekerjaan.
- Masalah pada klausul non-solicitation terhadap rekan kerja: Klausul ini dapat menekan berbagi informasi antar karyawan dan aksi kolektif.
- Preseden hukum: Putusan ini dapat menjadi preseden hukum penting dalam perkara serupa di masa depan.
- Penguatan hak pekerja: Putusan ini membantu memperkuat hak pekerja dan mencegah pemberi kerja menindas pekerja melalui klausul yang tidak adil.
1 komentar
Komentar Hacker News
Klausul non-compete menarik. Perusahaan melarang manajer memberikan surat rekomendasi kepada karyawan. Karena ini berdampak negatif pada upaya mencari pekerjaan lain, hal itu bisa dianggap sebagai praktik ketenagakerjaan yang tidak adil. Mulai terasa bahwa perusahaan menjalankan banyak praktik perekrutan yang tidak transparan.
Salting (dipekerjakan untuk aktivitas serikat pekerja) adalah aktivitas yang dilindungi, dan memalsukan riwayat kerja juga dilindungi. Menjadi tahu bahwa dipecat karena salting merupakan praktik ketenagakerjaan yang tidak adil.
Semoga kebebasan tambahan mendorong kenaikan upah dan upaya pemberi kerja untuk mempertahankan karyawan melalui tunjangan.
Tidak perlu melarang klausul non-compete; cukup otomatis membayar gaji sebesar dua kali masa non-compete yang tercantum dalam kontrak dalam waktu 1 minggu setelah kontrak berakhir.
FTC (Federal Trade Commission) sedang bergerak untuk melarang klausul non-compete. Saya bekerja di industri layanan keuangan, dan aneh bahwa klausul non-compete diperbolehkan secara hukum. Terutama jika diterapkan pada pekerja level pemula atau paruh waktu, itu berlebihan.
Di industri keuangan, gaji pokok dibayarkan selama "garden leave", tetapi pada jabatan senior di mana bonus menyumbang lebih dari 50% kompensasi, itu menyesatkan. Beberapa perusahaan bahkan menghentikan asuransi kesehatan. Ada juga kasus di mana klausul non-compete diperpanjang lebih dari 18 bulan. Saya bahkan pernah mengalami klausul non-compete selama 5 tahun. Pasar bebas tidak berfungsi dengan baik, dan perlindungan hukum diperlukan.
Penasaran seberapa besar kewenangan putusan ini. Ada kemungkinan mudah diajukan banding lalu kalah.
Jika klausul non-compete memang diperlukan, perjanjian garden leave bisa dibuat. Karyawan tidak bekerja selama masa pemberitahuan, tetapi gaji tetap dibayarkan. Di sektor keuangan, garden leave selama 6 bulan atau 12 bulan adalah hal yang umum.
Pendapat ini masuk akal. Jika seseorang dilatih sebagai tukang ledeng dan bekerja di ACME Plumbing Inc., lalu setelah keluar tidak boleh bekerja di tempat lain selama 24 bulan, itu berarti dia harus menjadi pengemudi Uber.
Klausul non-compete tidak dapat ditegakkan di Inggris. Jika keterampilan atau pengetahuan tertentu begitu berharga hingga seseorang tidak bisa bekerja di tempat lain, maka gaji harus dibayarkan melalui garden leave.
Mahkamah Agung mengambil sikap keras terhadap hakim administratif, jadi ada kemungkinan putusan ini dibatalkan. Ada lembaga lain yang lebih cocok untuk membuat keputusan kebijakan terkait klausul non-compete. Pengadilan ini tampaknya ingin lembaga dan politisi berperan dalam isu semacam ini.