2 poin oleh GN⁺ 2025-11-06 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Di sekolah negeri New York City, setelah penggunaan ponsel dilarang, suasana jam makan siang siswa berubah drastis
  • Alih-alih memakai ponsel, siswa menghabiskan waktu dengan permainan papan, mengobrol, dan membaca, sementara suara percakapan dan tawa kembali terdengar, dan para guru menilai partisipasi serta fokus di kelas meningkat
  • Dari seluruh staf sekolah, 89% menjawab suasana sekolah membaik, dan 76% melaporkan partisipasi di kelas meningkat
  • Sebagian siswa menolak dengan alasan kurangnya otonomi dan kepercayaan, tetapi mayoritas menunjukkan respons positif karena interaksi dengan teman bertambah
  • New York menjadi salah satu wilayah yang melarang smartphone di sekolah bersama 31 negara bagian di AS dan Washington, D.C., sejalan dengan tren nasional

Pemandangan sekolah yang berubah setelah larangan smartphone

  • Di beberapa sekolah negeri New York City, penggunaan ponsel oleh siswa dilarang sepenuhnya
    • Aturannya juga melarang penggunaan ponsel saat jam makan siang dan waktu istirahat
    • Cara penyimpanan atau penyerahan smartphone di dalam sekolah berbeda-beda menurut kebijakan tiap sekolah
  • Di Benjamin N. Cardozo High School di Queens, setelah kebijakan diterapkan, jam makan siang berubah menjadi waktu yang hidup dan penuh kebisingan serta tawa
    • Dulu sebagian besar siswa menghabiskan waktu dengan diam sambil melihat ponsel, tetapi sekarang mereka menghabiskannya dengan permainan papan dan percakapan
    • Siswi Jimena Garcia menggambarkannya sebagai “berisik, tapi menyenangkan”
  • Sekolah menyediakan permainan papan seperti checkers, catur, Jenga, Scrabble, dan Trivial Pursuit untuk membantu siswa beradaptasi
    • Sebagian siswa baru pertama kali mengenal permainan seperti ini dan mengatakan mereka mendapat kesempatan untuk membangun interaksi dan pertemanan baru

Cara penerapan kebijakan dan pengecualian

  • Negara bagian New York menerapkan kebijakan pelarangan total perangkat elektronik yang dapat mengakses internet selama jam pelajaran
    • Namun, ada pengecualian untuk siswa penyandang disabilitas, pembelajar bahasa Inggris, dan siswa yang menggunakan perangkat yang diizinkan untuk pembelajaran
  • Cardozo High School, bersamaan dengan penerapan detektor logam, menggunakan pouch magnetik pemblokir internet untuk menyimpan ponsel milik 3.100 siswa
    • Beberapa sekolah lain memilih metode loker (locker) atau menyimpan di dalam tas

Dampak pendidikan dan respons guru

  • Menurut survei serikat guru negara bagian New York (NYSUT) pada Oktober, 89% melaporkan lingkungan sekolah membaik dan 76% melaporkan partisipasi di kelas meningkat
    • Presiden NYSUT mengatakan, “ketika siswa meletakkan ponsel mereka, mereka mengambil buku dan membangun persahabatan
  • Kepala sekolah Cardozo, Meagan Colby, menekankan peningkatan interaksi antarsiswa, fokus, dan produktivitas
  • Para siswa juga menyebut kebiasaan bergantung pada pencarian AI berkurang, sementara proses berpikir dan meneliti secara langsung meningkat

Beragam respons dari siswa

  • Siswa yang mendukung menilai bahwa “alih-alih menyembunyikan ponsel, mereka bisa saling berinteraksi dan mendapat teman baru
  • Ada juga pendapat yang menolak
    • Siswi Enakshi Barua berpendapat bahwa larangan ini menunjukkan kurangnya otonomi dan kepercayaan terhadap siswa, dan yang dibutuhkan adalah pemulihan kepercayaan, bukan pelarangan
  • Sebagian siswa melanggar aturan dengan memakai ‘burner phone’ (ponsel cadangan) atau membuka pouch secara paksa
    • Rata-rata sekitar 30 ponsel ilegal disita setiap hari, dan sanksi diterapkan secara bertahap

Kebangkitan kembali aktivitas analog setelah larangan digital

  • Di kalangan siswa, aktivitas seperti berkirim catatan, bermain kartu, tic-tac-toe, dan foto Polaroid menjadi tren
    • Ketua OSIS Alyssa Ko berkata, “melalui masa ini, kami bisa menciptakan kenangan dan menikmati interaksi
  • Staf sekolah juga menyoroti perlunya pendidikan keterampilan analog
    • Mereka bahkan bercanda soal perlunya ‘kelas membaca jam’ karena “siswa tidak tahu cara membaca jam analog
    • Tingkat ketepatan waktu masuk kelas dan ketertiban bergerak di lorong sekolah juga membaik dibanding sebelumnya

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.