- Setelah pemerintah negara bagian Oregon melarang total penggunaan ponsel oleh siswa di sekolah negeri, baik guru maupun siswa merasakan peningkatan fokus belajar dan suasana kelas yang lebih baik
- Para guru menyebut peningkatan percakapan dan kolaborasi antarsiswa, serta partisipasi kelas yang lebih tinggi, sebagai tanda pulihnya kepuasan mereka terhadap profesi mengajar
- Para siswa melaporkan perubahan positif seperti konsentrasi yang lebih baik dan berkurangnya perundungan online, meski sebagian menyoroti ketidaknyamanan dalam mengecek jadwal dan terbatasnya akses ke materi belajar
- Pemerintah negara bagian menyediakan kebijakan model dan panduan agar setiap distrik sekolah dapat menerapkannya secara fleksibel, sambil melakukan penyesuaian rinci
- Distrik sekolah Estacada menunjukkan hasil seperti tingkat kelulusan 92,5%, dan mendapat perhatian sebagai contoh model kebijakan yang meningkatkan keterlibatan siswa dan kepuasan guru
Kebijakan larangan penggunaan ponsel di sekolah Oregon
- Gubernur Oregon Tina Kotek mendapat respons positif di lapangan atas kebijakan larangan penggunaan ponsel oleh siswa di sekolah negeri yang diberlakukan melalui perintah eksekutif pada musim panas 2025
- Dalam kunjungan ke Estacada High School, para guru dan siswa membagikan langsung efektivitas kebijakan tersebut
- Guru bahasa dan sastra Jeff Mellema mengatakan, “Percakapan antarsiswa menjadi lebih hidup dan suasana kelas membaik,” serta menambahkan, “Kebijakan ini membuat saya kembali menemukan kegembiraan sebagai guru.”
- Gubernur Kotek memverifikasi dampak nyata kebijakan tersebut melalui observasi kelas dan wawancara dengan siswa serta staf sekolah
- Ia menekankan peningkatan kemampuan berkomunikasi dan konsentrasi sambil mengatakan, “Tujuannya adalah membantu setiap siswa memiliki kesempatan untuk berhasil.”
- Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Oregon, pemerintah membagikan kebijakan model dan panduan agar setiap sekolah bisa menerapkannya secara fleksibel
- Setelah kebijakan diberlakukan, seluruh distrik sekolah negeri di Oregon mematuhi aturan tersebut
- Superintendent Estacada Ryan Carpenter menilai, “Kami jadi bisa menetapkan ekspektasi yang jelas untuk kesejahteraan dan keberhasilan siswa.”
- Dengan kerja sama guru dan orang tua, kebijakan ini sedang tertanam dengan stabil
Kunjungan ke Estacada High School
- Gubernur Kotek mengamati kelas sejarah dan kelas aljabar sambil berbicara langsung dengan para siswa
- Para siswa mengatakan bahwa setelah pelarangan ponsel, interaksi dengan guru dan teman membaik, dan penggunaan ponsel saat makan bersama keluarga juga berkurang
- Perubahan positif seperti peningkatan konsentrasi dan berkurangnya perundungan online juga dilaporkan selama pembelajaran
- Sebagian siswa menyoroti masalah ketidaknyamanan dalam mengatur jadwal atau pemfilteran yang terlalu ketat pada laptop sekolah
- Para atlet mengalami kesulitan mengecek jadwal latihan, dan siswa AP mengeluhkan terbatasnya akses ke materi belajar
- Gubernur Kotek menjelaskan, “Filternya mungkin terlalu kuat,” dan mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan tiap distrik untuk menyesuaikan rincian kebijakan
- Para siswa juga menyampaikan beragam pendapat soal cakupan larangan
- Sebagian mengusulkan agar larangan hanya berlaku saat jam pelajaran, sementara waktu istirahat dan jam makan siang tetap diizinkan
- Ini juga merupakan isu yang dibahas di legislatif negara bagian, namun karena tidak tercapai kesepakatan, kebijakan tersebut diberlakukan dalam bentuk perintah eksekutif
- Gubernur Kotek menyatakan, “Sulit memprediksi hasilnya setelah kebijakan diberlakukan, tetapi para siswa beradaptasi dengan baik,” sambil menegaskan komitmen untuk melanjutkan kebijakan ini
Capaian Distrik Estacada dan perannya sebagai model
- Dalam beberapa tahun terakhir, Distrik Estacada mencatat peningkatan besar dalam prestasi akademik
- Tingkat kelulusan naik dari 38,5% pada 2015 menjadi 92,5% pada 2025
- Kebijakan retensi guru dan penguatan pembelajaran yang dipimpin siswa dinilai sebagai faktor utama
- Superintendent Carpenter mengatakan, “Pencapaian ini adalah buah dari upaya staf dan siswa, dan distrik ini telah menjadi pusat akademik.”
- Kebijakan larangan ponsel juga diterapkan sebagai kelanjutan dari upaya perbaikan budaya belajar tersebut
- Estacada mencerminkan pendapat orang tua saat merancang kebijakan
- Siswa diizinkan menyimpan ponsel di dalam tas agar kemungkinan kontak saat darurat tetap ada
- Pertimbangan keseimbangan antara keamanan dan komunikasi diperhatikan agar orang tua tetap bisa melacak lokasi anak mereka
- Distrik membangun sistem komunikasi yang langsung dan segera untuk mengurangi kesalahan penyampaian informasi kepada orang tua
- Gubernur Kotek mengatakan, “Kasus Estacada bisa dijadikan model bagi distrik lain,” dan menyinggung kemungkinan perluasan ke seluruh negara bagian
- Setelah kebijakan diberlakukan, baik guru maupun siswa mengalami peningkatan keterlibatan dan kepuasan
- Penilaian bahwa ini adalah “sekolah tempat siswa terlibat dan guru bahagia” semakin menyebar
1 komentar
Komentar Hacker News
Saya suka bahwa sekolah Estacada membuat kebijakan pelarangan ponsel dengan mempertimbangkan pendapat orang tua
Keputusan untuk membiarkan siswa menyimpan ponsel di tas agar tetap bisa dihubungi saat darurat terasa masuk akal
Di Inggris, ada dorongan penggunaan kantong yang disegel magnet, tetapi ada banyak kelemahan yang jelas seperti keterlambatan masuk-keluar, tidak bisa dipakai saat darurat, dan beban biaya
Saya rasa siswa cukup bisa dipercaya hanya dengan aturan sederhana “dilarang memakai ponsel saat pelajaran”
Bisa dilihat juga di artikel berita
Bahkan biayanya dibebankan ke orang tua
Anak teman saya mendapat pengecualian lewat surat dokter karena ponselnya berfungsi sebagai monitor gula darah, tetapi pembukaannya hanya bisa dilakukan di bawah pengawasan
Para guru juga cenderung membiarkannya selama tidak dipakai saat pelajaran
Saya kira remaja yang suka memberontak akan bikin masalah, tetapi kenyataannya hampir tidak ada isu berarti
Menurut saya masalahnya cuma kurangnya enforcement, sedangkan aturannya sendiri sudah sewajarnya ada
Sekolah tempat anak saya belajar melarang ponsel, tetapi laptop justru wajib
Akhirnya anak-anak memakai laptop untuk pesan, media sosial, game, dan hal-hal yang sama persis seperti di ponsel
Meski sekolah memblokir sesuatu, begitu ada yang menemukan cara melewatinya, caranya cepat menyebar
Daripada game penuh iklan, menurut saya komputer edukasi 8-bit seperti LOGO justru lebih baik
Guru-guru juga mulai memakainya sehingga cepat menyebar, dan akhirnya diblokir
Anak-anak zaman sekarang sepertinya cukup pakai mobile hotspot untuk melewati semuanya
Dari sisi fungsi, perangkat itu bisa melakukan lebih banyak hal daripada ponsel
Saya pernah mendengar bahwa pelarangan ponsel juga memberi manfaat psikologis bagi anak-anak
Berkurangnya tekanan digital tampaknya menjadi keuntungan besar
Justru karena itu, fokus meningkat dan beban kognitif berkurang
Dulu kalau ada notifikasi saya langsung membuka ponsel, tetapi sekarang saya cuma berpikir “oh, bukan hal penting” lalu lanjut
Rasanya FOMO menghilang
Inti langkah kali ini adalah bahwa aturan itu datang bukan dari sekolah, melainkan perintah dari lembaga di atasnya
Jika sekolah membuat aturan sendiri, penolakan dari orang tua atau siswa bisa besar, tetapi bila itu berupa arahan pemerintah, enforcement jadi lebih mudah karena sekolah bisa bilang “kami hanya menjalankan”
Menarik bahwa sekarang kita hidup di masa ketika anak-anak membawa ponsel ke sekolah terasa begitu normal
Dulu kalau ingin menghubungi orang tua harus menelepon lewat telepon kantor sekolah, dan melakukannya di depan semua orang
Saya kadang merindukan kecanggungan dan kesederhanaan masa itu
Saya mendukung larangan ponsel. Kalau bisa, saya bahkan ingin melarang semua perangkat elektronik dan kembali ke kertas serta pena
Di daerah kami, kebijakan seperti ini sudah lama menjadi standar
Tetapi saya tidak merasakan efek yang dibesar-besarkan seperti “siswa lebih fokus dan guru lebih senang”
Sekolah anak saya di Inggris memaksakan kantong Yondr sambil membanggakan diri sebagai pihak yang progresif
Selain itu kami harus membayar biaya langganan iPad tiap bulan, dan Google Classroom sangat lambat serta tidak stabil
Error saat mengumpulkan tugas, masalah autentikasi, dokumen Office yang tidak kompatibel, keyboard rusak, Wi‑Fi mati, dan masalah teknis lain terus bermunculan
Saya malah merasa lebih baik kembali ke kertas
Toleransi terhadap kegagalan sistem seperti itu yang menurut saya bermasalah
Tujuannya agar siswa benar-benar menyerap materi lewat menulis tangan
Semester depan saya juga berencana menambahkan kelas membaca makalah cetak — ironis sekali di era AI
Bahkan di dunia pendidikan pun terasa banyak adopsi teknologi yang lebih untuk pamer daripada memberi manfaat nyata
Menghilangkan perangkat pengalih perhatian dari ruang kelas adalah konsep yang sangat mendasar
Aneh rasanya bahwa pemerintah sampai harus turun tangan mengaturnya
Menurut saya kepala sekolah atau guru seharusnya sudah melarangnya sendiri
Karena itu guru sulit melarang sendiri, dan tiap kelas jadi punya aturan berbeda sehingga muncul kurangnya konsistensi
Dulu saya pernah bekerja di tempat yang melarang membawa ponsel ke dalam gedung, dan itu membuat rapat jauh lebih fokus
Semua orang saling menatap saat berbicara, dan urusan mendesak diselesaikan lewat telepon kantor
Sekolah anak saya juga berjalan mirip; kalau orang tua menelepon, kantor sekolah yang akan meneruskannya
Saya penasaran apakah ada data peningkatan nilai. Yang disebut hanya tingkat kelulusan, bukan perubahan skor