- Artikel ini mengajukan pendekatan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian dengan menyesuaikan pesan berdasarkan gaya bicara, temperamen, dan cara berekspresi alami founder, serta menekankan pentingnya keluar dari anggapan bahwa kepemimpinan harus mengikuti satu gaya tertentu
- Diperlukan proses audit internal (Internal Audit) untuk meninjau temperamen, kebiasaan, dan pola ekspresi dasar seseorang agar bisa memahami dalam situasi apa ia tampil alami dan dalam situasi apa energinya terkuras
- Untuk mengurangi kebingungan yang muncul saat berbicara secara spontan, perlu dibangun kebiasaan persiapan 30 detik, dengan merangkum secara singkat hasil ideal, penerima pesan, poin inti, dan lainnya untuk menyusun pesan secara terstruktur
- Penting untuk memiliki kemampuan ‘membaca situasi (Read the room)’ yang mengamati dan menyesuaikan respons di percakapan atau rapat nyata, serta kemampuan menafsirkan umpan balik (Decoding) agar masukan yang samar bisa dibuat konkret
- ‘Spike’ unik (Spiky Opinion) yang dimiliki founder adalah aset yang memperkuat arah perusahaan dan daya pesan, dan kuncinya adalah mengasahnya menjadi sudut pandang yang jelas serta lebih persuasif
Personality: Menemukan kecocokan pesan yang dimulai dari dalam
- Wes Kao menekankan bahwa kepemimpinan bukan berawal dari mengikuti ‘bentuk jawaban yang benar’ tertentu, melainkan dari menyesuaikan pesan berdasarkan kecenderungan diri sendiri
- Ia membangun sudut pandang ini setelah gaya alaminya dan budaya perusahaan selaras pasca menjadi co-founder Maven
- Dibanding konsep abstrak seperti kepemimpinan, karisma, atau autentisitas, strategi yang sesuai dengan cara bertindak nyata jauh lebih penting
-
Audit internal (Internal Audit)
- Proses untuk terlebih dahulu memahami cara berekspresi, gaya bicara, dan temperamen alami, lalu memeriksa baseline tentang bagaimana diri kita terlihat di mata orang lain
- Tinjau pola alami dalam berbagai situasi: apakah nyaman bercanda, berorientasi data, tenang, atau penuh energi
- Jika seseorang tidak banyak mengekspresikan emosi, alih-alih memaksakan ekspresi emosional, ia bisa memakai tuas lain seperti meningkatkan intensitas verbal ("sangat bersemangat")
- Ini juga bisa dipakai untuk mengecek apakah peran yang dijalani seiring waktu telah bergeser dari kekuatan asli dirinya
- Dengan mencatat pekerjaan yang memberi energi dan yang menguras energi, kita bisa menemukan titik penyesuaian sebelum burnout
- Tidak perlu struktur yang rapi; menulis secara stream of consciousness atau refleksi mandiri setelah proyek pun sudah cukup
- Gunakan momen emosi yang kuat sebagai sinyal untuk memahami elemen mana yang cocok dan tidak cocok bagi diri sendiri
-
Kebiasaan persiapan 30 detik
- Sebagian besar masalah komunikasi muncul karena kurangnya persiapan
- Bahkan dalam meeting singkat atau panggilan Slack, memikirkan tujuan selama beberapa detik bisa sangat mengubah daya sampaikan
- Pertanyaan yang bisa diajukan saat bersiap
- Apa hasil ideal yang diinginkan
- Siapa lawan bicara dan apa yang mereka anggap penting
- Apa poin inti dan poin pendukung saya
- Siapa saja pemangku kepentingannya
- Faktor sensitif apa yang ada
- Kita perlu menyusun pesan dengan berangkat mundur dari tujuan, agar sesuai dengan kerangka berpikir lawan bicara
- Contoh: jika ingin CEO menerima cara mengukur CAC, akan lebih efektif bila penjelasannya diletakkan di bawah sudut pandang yang sejak awal sudah dianggap penting oleh CEO
Message: Pesan yang diselaraskan di lapangan
-
Read the Room: Mengamati respons
- Ini terlihat seperti kepekaan sosial bawaan, tetapi sebenarnya adalah keterampilan yang dibangun lewat observasi berulang
- Periksa apakah respons bergerak ke arah yang diinginkan, dan jika tidak, coba pendekatan berbeda di kesempatan berikutnya
- Ubah tone, urutan, dan framing, lalu dekati seperti A/B test
- Kita perlu membaca bukan hanya umpan balik eksplisit, tetapi juga umpan balik implisit (ekspresi wajah, gestur, perubahan energi)
- Sering kali, berbagai sinyal sudah muncul jauh sebelum orang mengutarakan masalahnya
-
Menafsirkan umpan balik (Feedback Decoding)
- Nasihat samar seperti “bicaralah lebih strategis” sulit langsung diperbaiki, jadi perlu diuraikan dengan meminta contoh konkret
- Misalnya dengan terus menelusuri pertanyaan seperti “Apakah perilaku saya dalam situasi ini sudah strategis?” atau “Contoh rekan yang menurut Anda strategis itu seperti apa?”
- Meski seorang leader sulit menjawab secara langsung, pola yang konkret tetap bisa digali lewat pertanyaan tidak langsung
- Dari contoh-contoh yang sudah disusun, kita bisa memperoleh peta perilaku yang konkret tentang apa yang harus diubah
- Contoh: mengubah pola penjelasan yang kronologis, lalu lebih dulu menyampaikan “topik yang akan dibahas sekarang dan keputusan yang dibutuhkan”
Own Your Spike: Menjadikan sisi tajam diri sebagai aset
- Founder adalah sosok yang punya opini kuat dan obsesi tertentu, dan sudut pandang yang unik/tajam (spiky opinion) merupakan aset penting dalam kepemimpinan
- Ini bukan sekadar memancing kontroversi atau mengambil pose berlebihan, melainkan membutuhkan sudut pandang khas yang berakar pada pengalaman serta dasar logis
- Dari topik yang memunculkan respons emosional kuat (“menjengkelkan”, “sangat menarik”) biasanya lahir pesan yang paling persuasif
- Ini tidak berhenti pada mengulang hal yang sudah diketahui orang, tetapi mengarah pada konten yang memicu perubahan cara berpikir
- Namun jika ada umpan balik bahwa hal tersebut berulang kali menimbulkan masalah, founder perlu secara sadar memilih apakah bagian itu akan dipertahankan atau diubah
- Perlu diingat bahwa ketika seseorang akhirnya menegur, sering kali masalah itu sebenarnya sudah lama terakumulasi
Ringkasan inti
- Personality–Message Fit adalah kerangka komunikasi strategis yang menempatkan cara yang sesuai dengan diri sendiri di pusat, lalu menyesuaikan pesan berdasarkan itu
- Secara internal, kita meninjau temperamen dan pola diri untuk memahami baseline; secara eksternal, kita menguji dan menyesuaikan pesan berdasarkan respons dan umpan balik
- Sudut pandang unik founder (spike) justru merupakan elemen yang memperkuat daya pesan, dan proses memurnikannya adalah salah satu poros penting kepemimpinan
Belum ada komentar.