2 poin oleh GN⁺ 2023-07-02 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Studi terbaru meneliti pelepasan mikroplastik dan nanoplastik dari wadah plastik dan kantong makanan pakai ulang.
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dengan microwave melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam makanan dalam jumlah paling banyak dibandingkan skenario penggunaan lainnya.
  • Beberapa wadah dapat melepaskan dari jutaan hingga miliaran mikroplastik dan nanoplastik dari area plastik seluas 1 sentimeter persegi selama 3 menit.
  • Penyimpanan di lemari es dan pada suhu ruang selama lebih dari 6 bulan juga dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik dalam jumlah signifikan.
  • Kantong makanan berbahan dasar polietilena melepaskan lebih banyak partikel dibandingkan wadah plastik berbahan dasar polipropilena.
  • Hasil pemodelan paparan memperkirakan bahwa bayi yang mengonsumsi air yang dipanaskan dengan microwave dan bayi yang mengonsumsi produk susu yang dipanaskan dengan microwave memiliki asupan harian mikroplastik dan nanoplastik tertinggi.
  • Studi in vitro menunjukkan bahwa mikroplastik dan nanoplastik yang diekstraksi dari wadah plastik dapat menyebabkan kematian sel.
  • Studi ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampak kesehatan dari mengonsumsi makanan yang bersentuhan dengan wadah plastik dan kantong makanan pakai ulang.
  • Diperlukan penelitian tambahan untuk lebih memahami dampak jangka panjang paparan mikroplastik dan nanoplastik terhadap kesehatan manusia.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-07-02
Opini Hacker News
  • Saat dipanaskan, wadah plastik dapat melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan.
  • Wadah kaca adalah alternatif yang lebih aman untuk menyimpan makanan.
  • Permukaan antilengket pada panci dan wajan juga dapat melepaskan bahan kimia berbahaya.
  • Mikroplastik ditemukan pada berbagai produk plastik, termasuk botol air dan botol bayi.
  • Perdebatan tentang dampak kesehatan dari menelan mikroplastik masih terus berlanjut.
  • Penelitian membuktikan bahwa memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave tidak aman.
  • Beban pembuktian soal keamanan berada pada konsumen, bukan perusahaan.
  • Butuh waktu lama hingga penelitian ini dilakukan, yang menekankan perlunya lebih banyak riset.
  • Banyak orang telah menganggap bahwa tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave adalah hal yang sudah jelas.
  • Penelitian ini tidak membedakan antara plastik yang diberi label "aman untuk microwave" dan plastik biasa.
  • Ada kekhawatiran tentang daya tahan botol penyimpanan ASI dari plastik dan potensi kontaminasi mikroplastik.
  • Dampak jangka panjang dari memanaskan wadah plastik berulang kali di microwave belum diketahui.
  • Perlu dilakukan pengujian mikroplastik pada berbagai sampel di laboratorium komersial.